Pairing Edge 4×4


Ini ada beberapa methode pairing edge pada 4×4 yang di ungkapkan oleh Arief Aditya Putra :


bigcubes.com 2 at a time
http://youtu.be/YEBYkeB7bew


Bisa dikatakan pairing 2 at a time adalah salah satu pairing basic yang wajib untuk dipelajari oleh siapapun yang berminat untuk bisa lebih cepat daripada pairing beginner. Konsepnya sederhana, bagaimana ketika center dislice untuk membuat satu pair, dan memanfaatkan gerakan slice center ketika kembali membentuk satu pair lagi. Banyak cuber menggunakan pairing ini dan bisa sangat cepat seperti Feliks Zemdegs, Erik Akkersdijk, Juan Juli Andika chandra, Fikri dll.


bigcubes.com 6 at a time
http://youtu.be/T0Pes8EYax4


Salah satu pengembangan pairing dengan memanfaatkan gerakan slice center. Masing2 edge di setup agar ketika center dislice tercipta 3 pair, dan ketika kembali tercipta lagi 3 edge. Walaupun terdengar bisa menghasilkan pair lebih banyak daripada 2 at a time, namun pada kenyataanya, waktu untuk mensetup lebih banyak daripada 2 at a time, sehingga waktu yang dihasilkan hampir sama. Setelah 6 at a time bisa dilanjutkan dengan 2 at a time.


nakaji’s freeslice
http://youtu.be/jkJsCY2uvWU


Walaupun disebut nakaji edge pairing, namun sebenarnya pairing ini diadopsi dari 5×5 freeslice edge pairing ala Frank Morris. Center dislice terus tanpa harus kembali untuk membentuk pair. Dan diutamakan untuk menyelesaikan 4 pair terlebih dahulu dan disimpan di layer U. Setelah 4 pair jadi di layer U kemudian cube diputar z2 sehingga 4 yang sudah jadi terletak dibawah. Kemudian dilanjutkan untuk membentuk 4 pair lagi untuk mengisi layer U. Ketika 8 pair sudah selesai baru center slice dikembalikan dan dilanjutkan menyelesaikan 4 pair terakhir dengan 2 at a time ataupun freestyle seperti 5×5. Pengguna edge pairing ini tentu saja sang legenda Yu Nakajima


Syuhei’s 3-6-3
http://youtu.be/2kgWnegzukE


Pairing ini cukup populer setelah Syuhei Omura berhasil merebut WR single, yang kemudian diambil oleh Dan Cohen. Konsep dari pairing ini didasarkan pada bigcubes.com 6 at a time, perbedaannya adalah, cube tidak disetup dulu baru dislice, tapi dislice dulu baru disetup untuk membentuk 3 pair pertama. Kemudian lakukan 6 at a time dan menyisakan 0~3 pair untuk diselesaikan. Salah satu keuntungan dari pairing ini adalah seringnya terjadi lucky case, yaitu ketika cube pertamakali dislice terjadi pair secara kebetulan. Pengguna edge pairing ini tentu saja Syuhei Omura, kemudian di Indonesia yang saya ketahui adalah Jani dan Marcell


Dan Cohen’s K4/reduction hybrid
http://youtu.be/Zt_pbz_7Qyk


Dan Cohen bisa solving 4×4 dengan reduction method atau K4 method sama baiknya. Sehingga dia dengan sangat mudah bisa menguasai edge pairing yang menggabungkan keduanya. Dan Cohen bukan penemunya, namun dia salah satu yang mempopulerkannya. Konsepnya adalah bentuk opossite center warna cross yaitu putih/kuning, kemudian bikin 3 pair warna cross dengan memanfaatkan slice center yang belum jadi yaitu yang diantara putih/kuning. 3 edge cross yang sudah jadi ditempatkan di LF,LD dan LB, kemudian dilanjutkan dengan menyelesaikan center hanya dengan gerakan l slice, U, R, Rw. Selain itu tidak boleh dilakukan agar 3 edge cross yang sudah jadi tidak hancur. Setelah center selesai dilanjutkan dengan 2 at a time untuk membentuk satu lagi edge cross, kemudian dilanjutkan dengan pairing mirip pairing syuhei. Pairing ini memiliki tingkat lucky case seperti syuhei, dan salah satu keuntungannya adalah ketika pairing selesai, cross juga sudah selesai sehingga bisa langsung dilanjutkan ke F2L, karena 3 edge sudah diletakkan di awal pairing. Namun menurut saya pairing ini juga memiliki kelemahan, yaitu batasan putaran l slice, U, R, Rw yang agak membuat tidak bebas dalam membuat center. Namun dengan pairing ini terbukti sang monster big cubes Dan Cohen berhasil merebut WR single 4×4.


boyscout’s custom pairing
http://youtu.be/sCGg3FYyJeo


Pairing ini adalah pairing custom/hybrid yang diusulkan oleh saya yang mempermudah saya dan juga menutup kelemahan saya dalam pairing. Pairing ini dimulai dengan 3 pair seperti pairing syuhei dan dilanjutkan dengan 2 at a time dengan 3 pair pertama mengisi DB,UB dan UF sehingga look ahead bisa fokus di kiri dan kanan tanpa mengkhawatirkan adanya edge yang sembunyi di DB atau UB yang tidak terlihat ketika look ahead.


Overall, semua pairing tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk, tergantung kemampuan sang cuber untuk memahami setiap metode pairing, kemampuan look ahead, dan kemampuan ketika menghadapi bad case dalam setiap pairing. Tips untuk mempercepat pairing adalah dengan berlatih memperlambat dan memaksa look ahead. Latih setiap setup-setup yang diperlukan sehingga semua bisa dilakukan dibawah kesadaran. Ingat speedsolving tidak memerlukan pemikiran, hanya pattern recognition dan dexterity (quote dari blah), pemikiran hanya dan sangat diperlukan ketika kita berlatih memahami dan memperlambat pairing.

By aim Posted in Rubik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s