Metode Simpleks – Maksimasi (2)


Pada tulisan sebelumnya Metode Simpleks – Maksimasi (1) dibahas mengenai bagaimana mangubah formulasi program linier ke dalam Bentuk Baku atau Bentuk Kanonik. Selanjutnya pada tulisan ini akan dibahas langkah selanjutnya dalam penggunaan Metode Simpleks, yaitu membuat Tabel Simpleks Awal.

BENTUK TABEL SIMPLEKS AWALSimpleks-Maks_01

Pada tabel di atas terlihat bahwa terdapat kolom Variabel Dasar, yang merupakan solusi awal. Pada table simpleks awal yang berperan sebagai variable dasar adalah variable tambahan yang bernilai positif, yaitu variable slack, surplus dan artificial. Selanjutnya akan terjadi perubahan yang menjadi variable dasar dengan adanya Variable Masuk (entering variable) dan Variable Keluar (leaving variable). Baca lebih lanjut

Metode Simpleks – Maksimasi (1)


Permasalahan penentuan jumlah produksi dari beberapa produk disuatu perusahaan sering dihadapi oleh manager produksi. Penentuan jumlah produksi untuk memaksimalkan keuntungan perusahaan dengan melihat keterbatasan sumber daya perusahaan tersebut dapat diselesaikan dengan menggunakan model program linier. Ada beberapa cara menyelesaikan masalah dengan model program linier, diantaranya yaitu diselesaikan dengan Metode Grafik. Secara umum metode grafik dapat memberi masukan berharga untuk program linier dan pemecahannya, tetapi metode ini hanya berlaku untuk dua variabel saja. Untuk mengatasi kesulitan ini, maka pada tahun 1947 diperkenalkan suatu metode yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah program linier oleh George B. Dantzig yang dinamakan Metode Simpleks.

Metode simpleks ini adalah suatu prosedur matematis untuk mencari solusi optimal dari suatu masalah program linier yang didasarkan pada proses iterasi. Jadi pada prinsipinya prosedur ini diawali dengan penentuan suatu solusi awal yang secara terus-menerus diperbaiki hingga diperoleh solusi yang optimal.

Sebelum diselesaikan dengan menggunakan metode simpleks, terlebih dahulu masalah program linier harus diubah ke dalam bentuk formulasi model promram linier, yang pada umumnya berbentuk maksimasi. Setelah berbentuk suatu model formulasi program linier, maka model tersebut harus diubah terlebih dahulu ke dalam bentuk baku program linier. Setelah model berada dalam bentuk baku, maka dapat diterapkan prosedur penyelesaian dengan Metode Simpleks. Baca lebih lanjut