Kenapa Matematikawan Tidak Pernah Dapat Nobel?


Photobucket

Tanggal 10 Desember 1901 merupakan merupakan tanggal upacara megah pemberian hadiah Nobel. Penghargaan diberikan untuk mereka yang berprestasi luar biasa dibidang fisika, sastra, psikolog atau medis dan perdamaian, tapi tidak untuk bidang matematika. Penghargaan yang diberikan berupa uang kira-kira berjumlah Rp. 13 Miliar untuk masing-masing bidang yang berasal dari pemilik nobel yaitu Alfred Nobel. Alfred Nobel ini adalah sang penemu dinamit yang menyisihkan royalti atas penemuan dinamitynya untuk penghargaan Nobel.

Namun Nobel ini tidak pernah ada untuk bidang Matematika, Sang Ratu Ilmu Pengetahuan. Padahal matematika diakui sebagai Sang Ratu Sains. Tapi kenapa tidak ada Nobel untuk matematika?

Konon katanya Alfred Nobel patah hati karena tidak mendapatkan cintanya seorang bidadari cantik bernama Sonja Kovalevskaja, seorang matematikawati Rusia. Karena sosok Sonja Kovalevskaja lebih memilih matematikawan asal swedia yaitu Gosta Mittag-Leffler.

Sebenar penyebab tidak ada Nobel untuk matematika karena Alfred Nobel tidak menyadari bagaimana matematika begitu bermanfaat untuk umat manusia alias menganggap matematika sebagai ilmu pembantu, yang tidak bakal bisa menemukan hal-hal perombak dunia. Alfred Nobel tidak tertarik dengan “ilmu teoritis” seperti matematika dan berpikiran bahwa bidang fisika, sastra, psikolog atau medis dan perdamaian lebih memberikan manfaat nyata untuk umat manusia dibanding matematika.

Photobucket

Para matematikawan sendiri lantas membentuk Nobel tandingan, semacam Oscar Matematika. Sejak tahun 2003 Oscar Matematika yang diberi nama resmi Abel Price ini memberi hadiah bagi matematikawan penemu. Nama Abel sendiri berasal dari nama matematikawan Norwegia, Niels Henrik Abel (1802 – 1829).

Photobucket

Selain Abel Price, untuk penghargaan matematika sendiri ada namanya Medali Field, penghargaan tertinggi dalam matematika yang setingkat dengan penghargaan Nobel. Pemilihan ini berdasarkan International Mathematical Union (IMU)

Photobucket

Tetapi ada matematikawan yang mendapat hadiah Nobel pada tahun 1994, tapi bukan penemu dalam bidang matematika melainkan bidang Ekonomi. Dia adalah matematikawan bernama John Nash dengan karyanya Game Theory. Peristiwa ini sudah ada filmnya dengan judul A Beautiful Mind.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s